Pagi ini, cahaya matahari masuk lewat jendela ruangan kecil di samping kamar utama. Aleeya berdiri di ambang pintu sambil membawa segelas s**u. Pandangannya tertuju pada tumpukan kardus dan kantong belanja yang memenuhi lantai. "Ya ampun, banyak banget," gumamnya pelan. Kaivandra muncul dari belakang. "Makanya kemarin aku bilang, kita perlu waktu minimal tiga hari buat ngerapihin semua ini." Aleeya masuk perlahan, hati-hati melangkahi kardus-kardus besar yang berjejer rapi di tengah ruangan. "Mami sama Mama belanja kayak mau buka toko bayi." "Mereka tuh excited banget dapat cucu pertama," kata Kaivandra. "Lagian, daripada kita kelimpungan pas bayinya udah lahir, mending dipersiapkan dari sekarang." Aleeya membuka salah satu kardus yang bertuliskan ‘Box Bayi’ dengan hati-hati. Matanya

