Saat Alexa tengah menunggu Aloa dari meja pendaftaran, tiba-tiba seseorang menepuk pundaknya dari belakang. Merasakan itu, Alexa lantas menoleh dengan acuh ke belakang. Namun, sedetik kemudian kedua mata Alexa melotot tak percaya dengan apa yang dilihatnya. "Amora?" "Sst!" Mendengar namanya dipanggil, Amora segera membekap mulut Alexa dengan telapak tangannya. Gadis muda itu juga menatap kearah sekeliling takut jika orang-orang mengenalinya. "Jangan keras-keras," timpal Amora sambil menatap tajam sepupunya itu. Sakit tidak bertentangan dengan apa yang dilihat oleh kesal atas berdiri dan menatap dengan mata membulat kepada Amora dan seorang pemuda yang berdiri di belakangnya. Bahkan mulut Alexa sampai tak mampu terkunci muda ketika dua orang itu tiba di sana. Sekolah rasanya sangat tidak

