"Aku sudah mendengar semuanya! Prajurit kerajaan sudah mengepung tempat ini. Jadi, menyerah dengan baik-baik." Alexa menghunus pedang ke arah Amora. Di dalam ruangan bernuansa megah itu tampak tiga orang pria paruh baya, seorang pria dewasa dengan rambut sebatas leher dan Amora. Prajurit yang mengejar Alexa berhenti di belakang Alexa, merasa gamang karena mereka sempat mendengar nama ratu disebutkan. Sedikit mencondongkan badan, Alexa menatap ke luar ruangan di mana dua prajurit sudah memasang sikap waspada. Alexa menatap mereka tajam. "Jangan bergerak. Tuan-tuanmu sudah menjadi tawananku." Alexa bergerak sedikit mundur lalu menutup pintu dengan keras. Helaan napas lega terdengar keluar dari mulut Alexa. Namun, bukan berarti semua telah selesai sampai di sini. "Yang Mulia, mengapa Anda

