Di Balik Topeng Cantik

1181 Kata

Jleb! Satu anak panah tepat menusuk seekor rusa, hewan itu ambruk seketika. Sementara dari kejauhan, tampak seorang pria bersurai tersenyum lebar melihat hasil panahannya. Beberapa prajurit yang mengikutinya langsung berjalan menuju tempat dimana rusak itu jatuh untuk segera mengangkatnya menuju lapangan. Tak jauh dari posisi Arthur menunggang kuda, datang Axton dengan kudanya mendekat. Pria itu menghentikan kudanya di sisi Arthur. "Panahan, Yang Mulia Raja boleh juga," puji Axton diiringi decihan. Tidak sepenuhnya pujian. Arthur tidak menoleh, ia hanya merapikan anak panah miliknya. "Waktu hampir habis. Aku harus segera kembali." Setelah berkata demikian Arthur membalikkan pegangannya untuk menuju ke lapangan. Namun sepertinya Axton tidak membiarkan pria itu pergi lebih dahulu. It

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN