"Sialan! Kau tahu di mana adikku atau tidak?! Kita sudah berputar cukup lama di hutan, tetapi tidak kunjung menemukannya!" Kesabaran Axton hampir habis. Kemarahan tampak jelas di wajah sang raja Ackerley. Acton melangkahkan kudanya menghadang pergerakan Arthur. Hal itu membuat langkah kuda yang ditunggangi Arthur juga terhenti. Kedua raja yang juga menyandang status sebagai ipar itu saling bertukar tatap. Sebagai seorang kakak yang ditinggalkan adiknya menikah dengan cara yang tidak terlalu baik. Apalagi posisi adik menikah dengan musuh bebuyutan. Hal itu membuat absen tidak bisa untuk berpikir positif terhadap semua apa yang dilakukan Arthur kepada sang adik. Tidak peduli atau telah mengangkatnya menjadi ratu, tetap saja pikiran aku tahun selalu dihantui oleh praduga negatif. Ketakutan

