Apa yang direncanakan Namoel benar-benar berjalan lancar. Kini Alexa hanya bisa tersenyum sumringah tatkala ia mendapati walikota Paladeo. Dia adalah seorang pemuda tampan yang masih sangat belia. Mungkin seumuran Alexa. Tidak menyangka ada walikota semuda itu. Yang Alexa tahu, Arthur lah yang memilih mereka. "Tolong jelaskan, keributan apa di sini?" Suara sang walikota memecah keributan. Amora yang sebelumnya dirkacak pinggang di depan Namoel, seketika langsung membalikkan badan. Begitu Amora dan pemuda itu bersitatap, betapa terkejutnya mereka kala mendapati mereka sama-sama saling mengenal. "Putri Amora?" "Peter?" Keduanya berkata bersamaan. Raut wajah penuh keterkejutan tampak jelas di sana. Tida hanya dua orang itu, Aloa yang berpenampilan acak-acakan semakin tampak membelalak m

