Brak! Axton mendorong Arthur penuh amarah hingga membuat punggung pria itu membentur dinding dengan sangat keras. Rahang pria itu mengeras, amarah yang membelenggunya bear-benar mencapai puncak. Tak ada negosiasi lagi untuk perkara kali ini. Tak cukup sampai di sana, Axton kembali berjalan cepat dan kedua tangannya segera mencengkeram kerah baju Arthur dengan kuat. tatapan tajam dilayangkannya sebagai ancaman keras. "Leyton bungsu sialan! Kau menipuku! Sejak awal aku sudah menduga kau memang hanya akan menyakiti Athea!" bentak Axton tepat di depan wajah Arthur. Arthur tetap tenang menghadapi Axton, tidak terpancing emosi membalas setiap pukulan dan umpatannya. Arthur cukup pandai menyembunyikan emosi, tetapi dengan garis bawah hanya untuk beberapa saat sebelum seluruh emosi yang ada da

