Chapter 04
.
(Sasori)
.
.
Sakura Pov.
Aku hanya melihat seragam, sekolah yang baru di letakan Sasuke di tempat tidur.
"Cepat pakai!" ucapnya kepada ku yang sejak tadi hanya diam.
.
.
Aku hanya bisa menatap sedih, ke arah baju sekolahku yang lama berada di lantai dekat lemari, setiap, aku mengingat kejadian bodoh yang aku lakukan saat berada di gudang sekolah waktu itu.
"Cih cepat pakai!" bentaknya tapi, aku hanya diam tak mempedulikan bentakan Sasuke.
"Aku tidak mau!" Balasku nyaring sembari menatap tegas kepada Sasuke, yang terus menatapku, Sasuke melucuti handuk yang aku kenakan dan memakaikan baju sekolah yang baru, entah dia dapatkan dari mana aku tidak mau tahu dan tidak peduli! Aku hanya terbaring di ranjang, dia menatapku sangat tegas, onyx hitam yang tersorot dari matanya sangat mengerikan, ia menarikku agar beranjak bangun dari tempat tidur ketika aku mencoba melangkah rasa sakit di area, s**********n ku sangat menyiksaku.
"Shh-. Aku..."
"Hnn, kau kenapa?" ucapannya melihat ada yang aneh, padaku saat akan melangkahkan kaki.
"Sakit," ucap lirihku.
Sasuke menghela nafas dan membawaku menuju arah pintu keluar apartemen.
"Sshh.. Sakith, aku ingin Shh." gumam lirihku.
"Hnn, kau ingin aku hukum lagi hah?" tanya Sasuke padaku, aku mendelik terkejut lalu menggeleng.
"Tiddaak! jangan lakukan itu lagi kumohon," ucapku parau.
Saat keluar dari kamar Sasuke. Aku melihat begitu banyak barang mahal. Lukisan-lukisan yang sangat bagus di tiap sisi tembok saat aku melewati lorong menuju ruang tamu. Dia terus menggandeng ku dan memaksaku agar jarak kami dekat. Tapi, semakin cepat aku melangkah semakin terasa nyeri.
Saat di luar apartemen nya ada mobil yang terhenti di depanku dan Sasuke, membuka pintu penumpang lalu memaksaku agar masuk kedalam mobilnya, saat di dalam mobil yang melaju cukup tenang Sasuke terus memperhatikanku sangat aneh? Aku hanya bisa melihat ke arah luar jendela mobil yang tertutup dan menghela nafas pelan yang bisa aku lakukan saat ini.
"Sakura?" ucap Sasuke tapi aku hanya diam terus melihat kearah luar jendela mobil.
"Cih, dasar jalang!" ucap Sasuke membuatku menggigit bibir bawahku sendiri sambil menunduk.
"Kau jahat sekali," gumamku. Sasuke meremas pergelangan tangan kiri ku.
"Akhh!"
Sesampainya aku di Konoha high School, aku pun turun dari mobil diikuti dengan Sasuke, banyak yang melihat ke arahku dan Sasuke.
"Coba lihat Sakura bersama Sasuke. Cih! Dasar jalang pasti dia menggoda Sasuke, agar bisa dekat dengannya!"
Saling bisik antar Siswa dan Siswi yang kini melihatku jalan bersama Sasuke.
.
.
"Sakura?" gumam Sasori saat memasuki gerbang sekolah, ia melihat Sakura dan Sasuke bersama menuju pintu masuk sekolah. Fans girl Sasuke hanya diam sambil melihat ke arah ku yang sedang berjalan melewati, koridor kelas.
"Hnn, nanti temui aku di gudang sekolah saat jam pulang sekolah kalau kau menolak, foto bugilmu akan aku sebarkan." bisik Sasuke kepadaku yang langsung membeku karena bisikan Sasuke.
"b******k. Dasar iblis biadab. " gumamku lesu, Sasuke meninggalkan ku, yang sedang berdiri di dekat pintu masuk kelasnya.
"Sakura?"
"Ehh, Ino iya?" sahutku yang baru sadar dari lamunan.
"Dasar jalang," caci siswi yang melintas melewati ku dan Ino yang sedang bersamaku.
"Cih, dasar p*****r!" caci dan gumam fansgirl Sasuke yang melintas.
"Ayo ikut aku," ucap Ino.
Ino mengajakku ke tempat duduknya. Ino meletakan tasnya dan tasku ke atas meja bangku kami yang bersebelahan. Ino mengajakku keluar kelas menuju koridor yang sepi.
"Coba lepas koyo di lehermu," ucap Ino tegas sambil memperhatikan leherku.
"Aa, untuk apa, Ino?"
Ino tanpa basa-basi melepas koyo yang melekat di leherku.
"Cih! Kau terlihat menjijikan!" ucap Ino, memalingkan wajahnya.
Aku hanya menundukkan kepala berucap pelan, "ini ulah Sasuke," Ino menatap tegas kepadaku yang sedang tertunduk.
Ino berucap, "apa kau menggoda, Sasuka?"
"Mana mungkin, aku melakukan hal bodoh seperti itu!" bentak ku tiba-tiba. Dan Ino mendengus kesal.
"Aku tidak percaya ucapanmu! Sakura, pasti kau menggoda Sasuke ku," ucap Ino.
"Sasuke mu?" tanya ku dibalas dengan tatap sinis dari Ino. Ino menyilang kan tangan, bersedekap d**a.
"Mulai sekarang kita musuh!" ucap Ino. Dia pergi meninggalkanku yang hanya terdiam.
'Musuh?'
'Kulangkahkan kakiku, menuju arah pohon sakura yang berada di belakang sekolah. Di dekat tembok pembatas sekolah.
Aku hanya menatap kosong ke arah pohon besar itu.
"Musuh?" gumamku lalu aku duduk bersandar di pohon sambil menatap langit biru yang terlihat sangat indah, awan hanya sedikit hari ini cuaca yang sangat cerah pikirku.
"Kau suka membolos juga ya?" Sasori tiba-tiba datang dan ikut duduk bersandar di pohon yang aku sandari.
Aku hanya diam tak menjawab.
Sasori memperhatikan leherku.
"Pacarmu, pasti sangat ganas sampai kissmark sebanyak itu," ucap Sasori.
"Hikss.."
"Hah?! Kau kenapa?" tanya Sasori sambil memperhatikanku. Sasori memelukku sambil membimbingku menyandarkan kepala di d**a Sasori.
"Tenang Sakura," ucap Sasori.
Sasori membulatkan mata ketika aku ingin berontak, Sasori berucap, "diam lah, menangis lah sepuasmu. Salam kenal kau bisa memanggilku, Sasori dan satu lagi aku ini fansmu," ucap Sasori santai.
"Fans?" gumam ku yang pasrah dan seakan lelah.
"Kau, Sakura Haruno yang jenius itukan?" tanyanya.
"Aku tidak jenius. Aku ini bodoh," balasku dan terisak pelan.
"Cupps, cuppss, diamlah," ucap Sasori dan merenggangkan pelukannya. Dan langsung mengecup keningku. Dan Sasori berpesan.
"Aku akan menjaga mulai sekarang," ucap Sasori.
Aku hanya bisa diam saat dia menghapus air mataku yang berada di pipiku.
"Nahh, ini lebih baik. Coba kau senyum pasti terlihat cantik," ucap Sasori sambil melihatku yang mulai tersenyum.
.
.
"Ternyata kau lupa padaku ya Sakura Haruno?" ucap batin Sasori.
Aku terus menatap Sasori dan aku bertanya, "apa kita pernah bertemu ya?"
"Mungkin." Sasori membelai rambut merah muda milikku.
Dia sepertinya tidak asing bagiku?
Sakura Pov End.
NEXT.
Chapter 05.
(b******k)
Note : hahahaha.... Aku lumayan juga pake POV cewek :v lucu gak klo cowok pake sudut pandang pertama tokoh cewek? Bukannya admin homoseks tapi, sekedar biar greget uji nyali.