"Tapi, semarah apa pun Sueny kepada Jo, Sueny lebih marah lagi ke diri Sueny sendiri, Kak. Kenapa Sueny belum juga dapat keberanian untuk ninggalin Jo bahkan dalam keadaan semarah dan sekecewa ini?" "Karena kamu mencintainya, Sue. Sudah sekarang tenangkan dirimu dulu," kata Hadja, mengelus pelan helaian rambut Sueny. Sueny melepaskan tubuhnya yang semula memeluk Hadja, mengusap pelan pelupuk matanya yang basah. "Tolong jangan beri tahu yang lainnya, terutama Haiden, jangan ya, Kak, oke?" "Tenang, lagi pula kita semua sama-sama sibuk. Sekarang kamu makan dulu rotimu." Sueny mengangguk, meraih plastik berisi roti yang sengaja dibawa Hadja untuk Sueny. Ternyata Hadja juga menyelipkan s**u UHT kemasan di dalam pelastik tersebut. Setidaknya, roti dan s**u dapat sedikit mengobati perasaanny

