"Ciuman pertama?" tanya Kevin. "I-iya," kata Sueny malu-malu. "Aku ketagihan." Sueny membulatkan matanya kaget, dan refleks langsung menutup bibirnya. Dia tetaplah laki-laki normal, bukan seorang Kevin yang sempat dirumorkan gay karena terlalu menutup hati untuk perempuan. "Makanya cepatlah menjadi istriku. Aku tidak mau merusakmu." Sueny tersipu dengan kata-kata Kevin, "Kamu bilang kamu tidak bisa romantis." "Apa barusan kamu bilang kalau aku romantis?" "Karena yang seperti ini kamu, coba Haiden yang bicara seperti itu, bukannya romantis, malah terasa seperti memberi harapan palsu." Kevin membawa tubuh Sueny yang lebih pendek dari dirinya ke dalam pelukannya. "Untuk sekarang, seperti ini saja sudah cukup." Sueny tersenyum. Seperti ini saja cukup. Ia tidak butuh Kevin yang pandai

