"Sombong sekali ombak itu sampai berani menghalangi hubungan kita." Sueny tersenyum terisipu. Merasa gemas, Kevin pun mengelus pelan rambut hitam Sueny yang lebat. Rambutnya indah—bagi Kevin semua tentang Sueny itu indah. “Tapi kamu janji kan akan melewati ombak itu bersamaku?” tanya Sueny. Kevin hanya tersenyum simpul. Merasa tidak perlu menjawab pertanyaan yang sudah jelas jawabannya. Tapi, Kevin sendiri merasa sedikit bingung akan perkataan dan sikap Sueny. Seolah ada sesuatu yang disembunyikan dari dirinya. “Apa pun yang terjadi, pastikan kau memberi tahu aku, Sueny.” “Huft, mendadak aku jadi merindukan suasana kantor.” Sueny mencoba membahas perihal lain. “Apa yang paling kamu rindukan?” tanya Kevin. “Kamu.” Sueny menatap Kevin, sedikit mengerling. “Aku kan di sini.” Kevin ter

