Bab 44

3264 Kata

Di rumah Hans .... Dua keluarga besar itu sudah berkumpul di ruang keluarga. Mereka melakukan persiapan untuk akad nikah nanti malam. Acara sakral itu tinggal beberapa jam lagi. Semua menunggu dengan raut wajah bahagia. Berbagai harapan terlontar dari satu per satu orang yang ada di sana. Tapi, ada satu yang berbeda. Elang. Pria itu duduk dengan wajah masam. Tidak ada sedikit pun senyum, meski sudah ditegur oleh Hans berulang kali. “Bagaimana kalau kita ke lokasi sekarang?” tanya Rangga, selaku papa Nabila. “Boleh. Kita harus pastikan semuanya siap.” Hans menimpali tegas. Tidak ada sedikit pun keraguan yang tersirat di wajahnya. Elang diam. Nabila yang duduk di sampingnya pun menyadari—ada hal yang berbeda dari calon suaminya. Tangannya melingkar ke lengan Elang, berharap pria

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN