Bab 83

2879 Kata

Senja memejamkan matanya kuat-kuat. Wajahnya memerah padam akibat deru napasnya tersengal tidak karuan. Cekikan Baskara di lehernya membuat d.a.da perempuan itu sesak dan kesulitan mengambil napas. Beruntung, posisi menyiksa seperti ini tidak berlangsung lama karena tiba-tiba ponsel dari dalam ponsel Baskara berdering nyaring. Dengan embusan napas kasar, Baskara melepas satu tangannya dari leher Senja, kemudian meraih ponselnya dari dalam saku. Pria itu tahu jika panggilan telepon di tengah malam bukanlah sesuatu yang bisa diabaikan. Dan benar saja. Mirasih-lah yang menghubunginya. Buru-buru Baskara melepas semua tangannya dari leher Senja, kemudian mengangkat panggilan telepon itu. Tapi, sebelumnya, ia tatap Senja lebih dulu, seakan memberi kode kepada perempuan itu supaya tidak b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN