Kejadian semalam membuat pikiran Marine kalut. Gadis itu menghela nafas lagi untuk yang kesekian kalinya. Sudah beberapa jam ia hanya duduk di perpustakaan dan tidak mendapatkan ilmu apapun. Beberapa kali ia mencoba fokus membaca, tetap tidak bisa. Tiap kali menutup mata, wajah dekat Ocean ketika menciumnya terbayang. Juga penglihatan-penglihatan aneh yang muncul tiap kali ia bersama Ocean, terasa begitu membekas di kepalanya. Membuat gadis itu sulit membedakan realita dan khayalan. Ocean tidak terlihat seharian ini. Hal itu membuatnya berada diantara perasaan lega dan terusik. Marine tidak bohong absennya Ocean membuatnya penasaran. Disisi lain, gadis itu juga merasa lega tidak perlu menghindarinya. Benar, lebih baik tidak bertemu Ocean dulu, begitu pikirnya. Sekarang kampus sudah sepi

