Bisa dibayangkan bagaimana perasaan Risa saat itu. “Asal tahu saja, waktu itu seluruh tubuh saya panas tahu!!” “Bukannya komentar dirimu yang pidato itu lebih menantang?” ucap Sky sambil meminum kopinya. “Wa-waktu itu saya sedang tidak bisa berpikir dengan benar. Jadi jangan diungkit-ungkit terus!!” ucap Risa dengan wajah yang sudah memerah. “Waktu itu kau sedang tidak bisa berpikir dengan benar? Kalau begitu, apa kau tidak ingin datang padaku, kalau sedang berpikir dengan benar?” “Senior kan tahu bukan itu maksud saya. Kenapa senior begitu?” jawab Risa sambil cemberut. “Tidak tahu kenapa, tapi aku selalu seperti itu setiap melihatmu dan kau terlihat sangat imut,” ucap Sky sambil menaruh gelas milik Risa di meja. “Dasar menyebalkan,” ucap Risa sambil bersandar di pundak Sky. “Haha.

