Bab 4. Bening

1284 Kata

Pernah saling mengenal, pernah dekat, tapi sekarang seperti orang asing. Bening tidak mempermasalahkan perubahan namanya, tapi mengapa lelaki itu seolah tidak mengenal bahkan yang lebih parahnya lagi tidak mau menyapa. Padahal dulu mereka sangat dekat, bukan hanya itu saja mereka sempat menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih. Ternyata Davin tinggal di lantai bawah, persis satu lantai sebelum Bening. Lelaki itu keluar dari dalam lift tanpa mengucapkan sepatah katapun. Bening hanya menatap sedih ke arahnya, setelah dua kali pertemuan yang membuat hatinya kecewa. “Apa dia lupa?” Bening menatap pantulan dirinya di cermin, sesaat setelah sampai ke dalam rumah. “Bahkan rambutku masih berwarna merah, supaya mudah dikenali. Tapi,” Helaan nafasnya terasa berat. “Tapi malah nggak dikenal.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN