Bel pintu toko berbunyi pelan. Tin… Bening yang sedang merapikan rangkaian mawar putih di meja kerja langsung menoleh. Aroma bunga segar memenuhi ruangan, cahaya matahari pagi masuk dari kaca besar di depan toko, menciptakan suasana hangat dan tenang. Pagi itu seharusnya berjalan seperti biasa. Tenang. Sederhana. Tanpa drama. Namun ketenangan itu runtuh dalam satu detik. Langkah kaki berhak tinggi terdengar memasuki ruangan. Teratur. Percaya diri. Dan sangat familiar. Bening membeku. Ia belum perlu melihat untuk tahu siapa yang datang. Perasaan tidak nyaman langsung menjalar di dadanya. Perlahan ia mengangkat kepala. Dan benar saja. Gendis berdiri di sana. Wanita itu tampil sempurna seperti biasa. Blazer krem mahal membungkus tubuh rampingnya, rambut panjang bergelombang
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


