BAB 8

1260 Kata
“SLASH.”Anna mendorong tubuh Miller yang harum dan tegap itu menjauh darinya. “Kenapa denganmu hah!Kau ingin semakin menambah bebanku dengan tingkah gilamu itu!!!”Anna marah dengan menggebu karena ulah semberono Miller tadi. Miller menyapu bibirnya yang basah dengan ibu jarinya.”Shh.”Miller berdesis sambil tersenyum tanpa rasa bersalah.Anna bisa saja berpikir ada masalah dengan otak pria tampan ini karena sudah berbuat kesalahan tanpa rasa bersalah. “Boleh juga,kau wanita pertama yang melawan dan menolak dibuat seperti tadi.”Miller bangga pada Anna yang tidak tertarik padanya.”Apa aku tidak setampan ayah angkatmu?Apa statusnya lebih tinggi dari anak konglomerat kaya sepertiku?Atau kekayaannya bisa menjamin kesejahteraanmu kalau nanti ia malah mati lebih dulu?Atau,kau gadis liar yang suka permainan ranjang pria dewasa?”Miller lagi lagi memancing keributan lebih dulu yang entah apa maksudnya. Anna tidak bisa berkata apa apa pada makhluk menyebalkan ini.”Apapun yang kau mau,terserah saja bocah tidak ada otak!Sekali lagi kau macam macam padaku,sekalipun kau ada putera berharga orang tuamu,aku pastikan kulit wajahmu yang putih bersih itu bisa saja biru memar atau berlumuran darah.Jadilah anak manja terus yang selalu berbuat semaunya dan berlindung di bawah ketiak orang tuamu!Dasar bayi!”Anna sengaja menyerang titik harga diri Miller. Miller mengigit bibir bawahnya dengan raut kesal.”Aku bukan bayi!Aku juga tidak berlindung dari siapapun!” “Hei,sadarlah,kalau kau bukan anak orang tuamu yang kaya raya itu kau tidak akan bisa semena mena bodoh!Apa yang bisa kau andalkan tanpa harta orang tuamu?Semua pakaian mahal yang kau kenakan dari  mereka,semua barang mahal yang kau miliki dari mereka,kekuasaan yang kau dapat karena mereka,kalau hanya wajah tampanmu?Sadarlah masih banyak yang lebih tampan darimu bung.Jika tampanmu memang berpengaruh maka aku pasti sudah tergila gila padamu.Aku tidak tertarik dengan bocah lembek sepertimu!Kalau orang tuamu miskin nanti,gunakanlah wajah tampan dan tubuh bagusmu itu untuk memikat hati wanita wanita kaya agar kau bisa mengambil kekayaannya dan membuatmu sejahtera.”Anna balas melecehkan Miller dengan omongan Miller tadi. Miller mengepalkan tangan kesal.”Setidaknya aku bukan orang tidak tahu diri yang sudah di pungut tapi malah balik menyerang dengan perasaan terlarang yang membebani, orang yang sudah berjasa padaku,aku bebani dengan perasaan yang tidak pantas.Sudah di beri hati minta jantung.Belum cukup kau di besarkan,di tampung dan di cukupi tapi kau malah ingin memiliki majikanmu sendiri.Bahkan anjing saja tahu diri sekalipun ia di sayang,ia tidak akan meminta majikannya untuk menikahinya.” Anna dan Miller bertatapan saling beradu kebencian.Tidak ada yang mau mengalah lagi.Dua duanya sama sama keras kepala dan lihai beragumen.Sampai sudah lelah untuk menatap keduanya memilih pergi dengan langkah masing masing. *** William mencari Anna kesana kemari saat tidak menemukan Anna di rumah.Ia berputar putar dengan mobilnya tidak tentu arah dengan wajah panik.”Anna,kau dimana?”Rintih William cemas. Hari semakin gelap,senja yang sudah hilang dan malam yang sudah datang membuat William menyerah.Pencariannya tidak membuahkan hasil.William memutar setir lalu pulang kerumah. William kaget saat sudah sampai,rupanya Anna sudah ada di rumah dan duduk bersantai di ruang tengah sambil menonton tv.William sangat bahagia dan bersyukur puterinya baik baik saja. Perlahan William mendekat pada Anna.Ia lalu duduk disamping Anna yang seolah matanya sibuk pada tv namun sebenarnya hati Anna bergetar duduk di samping William.Air matanya bahkan terasa berat untuk terus di bendung. “SLAP.”William mengelus lembut kepala Anna perlahan. “Puteriku,kau darimana saja?Aku sangat mencemaskanmu.Aku minta maaf sudah menyakitimu sayang.”William meminta maaf pada Anna walau ia tahu Anna pasti tidak akan mudah menerima maaf itu.Terbukti Anna hanya diam dan tidak menyahut sepatah katapun. William paham jika Anna masih amat gusar saat ini.”Anna,maafkan aku.Aku sangat menyayangimu.Bisakah kita seperti dulu,aku berjanji akan menjagamu dengan baik dan kelak melepasmu di pernikahan dengan menggandengmu ke altar pernikahan dengan pria yang lebih baik dan layak.” “Tes.”Jatuh tak diduga air mata Anna.Anna menatap William dengan mata berkaca. “Slash.”Anna menepis tangan William yang mengelus kepalanya. “Daddy,apa Daddy tidak punya perasaan bicara seperti itu?Menikah dengan orang lain bukanlah impianku,impianku adalah menjadi pengantin Daddy,merawat Daddy saat tua dan kita bahagia bersama.Tapi sekarang Daddy menolakku dengan ucapan seperti itu?!” Anna lagi lagi meninggalkan William dan masuk kekamarnya.William masih pusing dengan apa langkah tepat yang harus ia ambil.William tertunduk lesu di sofa yang masih ia duduki. *** “Begitulah tante,Anna si anak pungut itu ternyata menyukai William dan ingin bersama dengan William sebagai hubungan romantis pria dan wanita.”Rexa mengadukan perihal Anna dan William tanpa sepengetahuan dan seizin William pada orang tua Willliam. Ayah William yang sudah tua,duduk dengan shock sambil memegang d**a di kursi rodanya. “Apa yang kau katakan itu benar Rexa?”Tanya ibu William lagi masih tidak yakin. Rexa mengangguk cepat.”Demi apapun,omonganku bukanlah dusta tante.William yang bercerita sendiri padaku.Ia saat ini sedang kesusahan menghadapi Anna yang keras kepala dan terus menuntut hubungan lebih padanya.Anna bahkan menggoda William sehingga William menidurinya.William sangat menyesal dan ingin menyudahi semuanya.Terlalu sayangnya ia pada Anna malah membuat Anna melunjak dan kurang ajar.Aku rasa Anna harus di  jauhkan dari William demi kebaikan.”Rexa menghasut habis habisan agar Anna memang di jauhkan dari William. Ayah dan ibu William sangat sedih,keduanya bahkan menangis.William tidak memberitahukan masalah sepenting ini pada mereka.Anna yang dikenal mereka baik ternyata malah berbahaya untuk William. Sekarang orang tua William sedang berpikir keras untuk memikirkan jalan keluar masalah Anna dan William. *** Miller bersantai dengan celana renang di kolam renang mewah di rumahnya.Ia duduk di kursi santai di samping kolam dengan rambut basah setelah tadi melampiaskan amarah berenang bolak balik di kolam renang rumahnya yang mewah dan bersih itu. Miller menyesap minuman dengan gelas kaca di tangannya lalu mengingat perkataan Anna tadi. “SRAKKK.”Miller melempar gelasnya lalu pecah menghantam dinding. “Perempuan sok tahu!!Rendahan!”Miller masih marah besar karena Anna yang meremehkannya dan tidak menghormatinya seperti yang lain. Miller masuk kerumahnya dengan mengenakan kimono mandi mewah yang sudah di siapkan di sisi tempat duduknya. Ia harus memiliki rencana agar bisa membuat perhitungan untuk Anna esok hari di sekolah. *** William lagi lagi mendapati Anna sudah lebih dulu pergi ke sekolah keesokan harinya.William hanya bisa menutup lagi pintu kamar Anna yang ia buka karena Anna sudah tidak ada di kamar itu. “Ting Tong.”Bel rumah William berbunyi. “Siapa yang datang pagi pagi begini?”William bingung sambil berjalan menuju pintunya,tidak pernah ia mendapat tamu pagi pagi seperti ini,apalagi saat ia sebenarnya tidak ingin menerima tamu karena suasana hatinya yang sedang buruk. “Ayah,ibu.”William kaget ternyata orang tuanya yang datang. Langsung saja William mengambil alih mendorong kursi roda ayahnya masuk kedalam dan ibunya juga ikut masuk. Ayah dan ibu William memandang kesal bercampur sedih pada William. “Kenapa kau tidak bercerita tentang masalahmu dengan Anna?Kenapa kami harus tahu semuanya dari Rexa,Will?”Ibu William buka suara lebih dulu karena tidak tahan lagi. William mengepalkan tangannya.’Dasar mulut besar!Tidak bisa menjaga omongan!’William merutuk kesal dalam hati pada Rexa.”Perempuan itu tidak bisa di percaya!” “Jangan marah padanya,dia sudah melakukan hal yang tepat Will!”Tegur ibu William. “Tapi dia ikut campur terlalu jauh ibu.” “Kalau bukan karena Rexa mengadu,kami tidak akan mengetahui keburukan anak pungutmu itu!Dia mencintaimu dan ingin menjadi kekasihmu!Apa itu waras!Ia yang sudah kau besarkan sebagai anak malah ingin menjalin hubungan kasih layaknya orang di luar sana dan melupakan statusnya! Ibu sungguh membenci gadis itu sekarang!Kau punya 2 pilihan William!Menikah dengan wanita yang sudah aku dan ayahmu tetapkan atau usir gadis itu dari rumah ini!Jika kau menolak keduanya maka jangan pernah anggap aku dan ayahmu sebagai orang tuamu lagi!”
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN