BAB 14

1341 Kata
“Andai anak itu masih hidup,dia pasti sudah remaja sekarang.Dia akan menjadi kakak Miller yang hanya berbeda setahun dari Miller.Tapi karena kesalahanku di masa lalu yang tidak percaya jika takdir bisa berubah dan hidup tidak selamanya di bawah,aku malah membuangnya dan membuatnya tidak bisa menikmati hidup mewah serba berkecukupan yang sekarang aku dan  keluargaku nikmati.” Ibu Miller meratap sedih saat melihat bayi bayi kecil yang ia temui di jalan.Dulu ia juga pernah melahirkan bayi perempuan namun karena kendala kesulitan ekonomi yang ia hadapi dengan suaminya,ia membuang bayi itu ke sebuah panti asuhan. Saat itu ia dan suaminya masih belum menikah dan meresmikan hubungan mereka,di tambah lagi mereka masih belum memiliki harta yang berlimpah seperti sekarang.Hidup mereka yang melarat dan serba kekurangan membuat ia dan pria yang sekarang menjadi suaminya tidak percaya diri untuk bisa membesarkan puteri mereka,ia yakin tidak bisa memberikan kehidupan yang layak untuk gadis kecil itu sehingga memilih menaruh bayi itu ke panti asuhan. Tapi siapa sangka mereka malah mendapatkan bayi lagi di tahun berikutnya yaitu Miller.Bayi laki laki itu hadir dalam kehidupan mereka dan saat itu juga kehidupan mereka berubah.Ayah Miller mulai sukses dalam pekerjaan dan menikahi ibu Miller.Mereka merasakan penyesalan yang mendalam setelah membuang bayi perempuan mereka,karena itulah mereka amat menyayangi Miller sebagai penebus dosa dan pelipur hati mereka yang sudah kehilangan puteri yang amat berharga. Orang tua Miller sempat mencari puterinya yang di buang di sebuah panti asuhan tidak jelas itu.Tapi mereka tidak menemukan apapun karena panti asuhan itu pindah tanpa meninggalkan jejak.Putus asa menjadi akhir cerita  pencarian kakak Miller,hingga penyesalan juga tidak berkesudahan sampai saat ini.Setiap melihat bayi perempuan di jalanan atau dimanapun,baik ayah dan ibu Miller akan teringat akan bayi kecil yang telah mereka buang dulu. *** “Daddy,kenapa wajahmu cemberut?”Anna bertanya pada William yang terus berwajah masam sambil menyetir. William lalu menatap Anna dengan tajam.Tatapannya amat menusuk dan tegas.”Anna,apa hubunganmu dengan pria itu?!” Anna melipat bibir bawahnya.”Emmm,aku baru saja resmi berpacaran dengannya.” “CITTTTTTTT.”William mengerem mobilnya dengan mendadak hingga rem mobilnya mendecit karena ban yang menyeret aspal. Tubuh Anna terhuhung untuk saja ia menggunakan sabuk pengaman yang menahan badannya. “Daddy!”Protes Anna. “Siapa yang mengizinkanmu pacaran Anna!Aku harus tahu lebih dulu siapa pria itu juga asal usulnya!Apa dia pantas untukmu atau tidak!”William menggebu gebu menahan amarahnya. “Daddy,aku ini sudah dewasa.Wajar saja aku di usiaku berpacaran.”Anna merasa kesal karena William sepertinya sangat menganggap Miller buruk juga terlalu mencampuri urusan pribadinya. William membuat banyak mobil mengantri di belakangnya juga membuat banyak suara klakson protes karena ia membuat kemacetan menghalangi jalan banyak orang. “Daddy,bisa kita bicara di rumah saja.Kita bisa di tilang polisi karena membuat kemacetan lalu lintas.”Anna menoleh kebelakang dan melihat protes besar dari orang orang yang mulai hilang kesabaran dengan keluar dari mobil juga klakson yang semakin keras di bunyikan. William menoleh dan melihat jika perkataan Anna benar adanya.Kali ini egonya harus di tepis dulu dan ia memacu mobilnya kembali agar massa tidak semakin memanas. *** “Anna!Aku melarangmu untuk berpacaran dengan pria itu!Apalagi kalian satu sekolah,kau tidak akan fokus dengan pelajaranmu dan nilai nilaimu bisa saja hancur nantinya!Apa kau mau aku memindahkan sekolahmu saja!”Sesampainya di rumah,William langsung memarahi Anna habis habisan. “Daddy!Apa yang salah denganmu!Kenapa sekarang malah mengekang kebebasan pribadiku!”Anna tentu saja marah karena ia merasa terlalu di atur oleh ayahnya. “Lihat kan,sekarang kau bahkan berani membantahku!Ini semua karena pengaruh pria itu kan!No Anna!Aku tidak akan membiarkanmu hancur lebih dari ini,bertemanlah dengan teman perempuan saja,tapi tidak dengan pria!” “Daddy!Kau ingin aku melupakan perasaanku padamu kan!Millerlah yang menjadi jawaban untuk itu semua!Jika kau melarangku bersamanya maka aku yang menderita sementara Daddy sudah memiliki wanita yang akan Daddy nikahi.Tolonglah jangan siksa perasaanku Daddy!Kenapa Daddy jadi egois seperti ini?Aku berhak bahagia dengan perasaan dan cintaku yang tidak bertepuk sebelah tangan.Tanpa Miller apa Daddy ingin aku terus diam di tempat dengan perasaan terus mengharap Daddy yang bahahgia dan menikah dengan wanita pilihan orang tua Daddy!”Anna tanpa sadar mengeluarkan air matanya saat bicara. William melemah,ia merasa sudah kelewatan dan juga tidak mengerti dengan apa yang terjadi pada dirinya.Ia ingin Anna bahagia dan melupakan perasaan terlarang terhadapnya tapi sikapnya saat ini sungguh membelenggu Anna untuk serba salah. “A,,,Anna,maaf.”William menatap Anna dengan suara yang amat berat dan sedih. Anna memundurkan badan lalu memilih masuk kedalam kamarnya dengan penuh kekecewaan juga menopang lelah setelah seharian bersekolah. Anna mengunci pintu kamarnya lalu berbaring di atas ranjangnya mendekap bantal sambil menangis.’Miller,aku harap sekarang  kau ada disini dan menghiburku.’Millerlah yang Anna rindukan saat ini. *** “Aku mau dari barisan ini hingga barisan itu,aku juga mau sepatu itu,tas itu juga.”Miller hanya pulang sebentar ke rumahnya untuk berganti pakaian,ia lalu pergi ke pusat perbelanjaan yang terbesar dan terlengkap di kota itu. Miller memborong banyak pakaian,sepatu,tas dan barang barang bermerk lainnya untuk Anna,ia ingin membuat pacarnya bahagia dengan banyak hadiah.Tidak lupa,Miller juga mereservasi sebuah restoran bergaya Italia hanya untuk ia dan Anna. Padahal ia juga tidak yakin jika William mau atau tidak mengizinkan Anna keluar dengannya.Sedangkan ia melihat dengan mata kepalanya sendiri jika William tidak begitu menyukainya. ‘Aku harap jika aku menikah dengan Anna dia akan menjadi ayah mertua yang baik dan bukannya penyebab perceraianku dengan Anna.’Miller sedang menunggu ATMnya di gesek untuk membayar reservasi restoran.Bibirnya nampak mengerucut jika mengingat William. Selepas urusan mereservasi restoran selesai,Miller menelepon Anna si kekasih hatinya.Miller menunggu teleponnya di angkat diiringi bunyi Tutttttt…Tutttttt. “Hiksss….Miller.”Anna mengangkat telepon dengan suara sesenggukan sehabis menangisnya. “Anna?Apa yang terjadi?Kenapa kau menangis?”Miller panik mendengar suara Anna yang sedang berupaya berhenti menangis seperti ini. “Aku tidak bisa bicara lewat telepon Miller.” “Baiklah,baiklah,sekarang ganti pakaianmu,pakai sedikit riasan dan aku akan menjemputmu.Ayo makan malam di luar.” Anna berpikir sejenak.’Apa aku bisa keluar sekarang?Daddy pasti keberatan dan tidak mengizinkanku pergi dengan Miller.Tapi aku ingin bertemu dengan Miller.’Anna memutar otak bagaimana caranya agar ia bisa keluar. “Em,aku tidak akan diizinkan Daddy keluar jika lewat pintu.” “Maksudmu?”Tanya Miller heran. “Aku akan kabur diam diam lewat jendela,parkirkan kendaraanmu agak jauh dan tunggu aku didekat rumah.Jangan sampai Daddy tahu atau melihatmu.” Miller mengerti sedikit sekarang,alasan Anna menangis pastilah karena dirinya juga ketidaksukaan William padanya. “Baiklah,aku akan menuruti kemauanmu sayang.”Miller berkata lembut untuk menyenangkan Anna. Anna juga ikut senang sekarang,Anna mulai mengunci pintu kamarnya,memakai pakaian bagus juga memoles make up tipis.Anna keluar lewat jendela kamarnya dengan menenteng sepatu di tangan secara mengendap endap seperti pencuri. Anna bahkan melompati pagar dengan dress selutut yang ia kenakan.Miller sudah menunggu di bawah lampu jalanan tidak jauh dari rumah Anna.Miller dengan setelan tampannya begitu bahagia saat melihat Anna. Miller menghampiri Anna lalu meraih sepatu di tangan Anna dan berlutut memasangkannya ke kaki Anna.Ia sapu dahulu telapak kaki Anna yang kotor dengan tangannya lalu memasangkan satu persatu sepatu itu. Anna tersentuh dan tersenyum bahagia dengan ulah si tuan muda berlian ini.Miller bangun setelahnya lalu menggenggam tangan Anna. “Tuan puteri,maukah kau ikut denganku malam ini?” Anna terkekeh senang.”Apa sekarang aku Cinderella dan kau pangerannya?” “Ini dongeng yang akan memiliki ending bahagia,terserah kau saja ingin menyebutnya apa.”Miller juga bingung jika di suruh menentukan judulnya dan Anna saat ini. “Iya pangeran,tolong buat aku bahagia sebelum tengah malam dan pulangkan aku tepat waktu.” “Aku akan menyekapmu saja jika aku tidak ingin memulangkanmu.”Canda Miller asal. “GRAB.”Anna malah melompat dan membuat Miller menggendongnya.Untung saja Miller sigap menangkap Anna. “Kalau begitu ayo bawa aku pergi sebelum ayahku mengambilku darimu.”Anna berbicara manja sambil membuat wajah memelas yang di buat. Miller tersenyum lalu dengan cepat menggendong Anna dan membawanya masuk kedalam mobil. *** Di tempat lain,Brenda juga pergi ke sebuah butik ternama dan memilih baju baju cantik yang ia seleksi untuk kencannya dengan William di akhir pekan nanti. Brenda benar benar ingin sesegara mungkin membuat William jatuh cinta dengannya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN