Anna masih memegang wajah William yang menatapnya seperti bola kaca yang terhujan salju.Anna tidak tahu jika sekarang yang di bayangkan William dihadapannya adalah Teresa dan bukannya dirinya.
Anna menatap bibir tipis William yang menggoda,Anna tahu jika bibir itu sangat kenyal dan akan membuatnya mabuk kepayang jika membuai dan mendatangi bibirnya.’Apa ini saatnya?Ini kesempatan untukku kan?’Anna sedang menimbang nimbang untuk mengambil langkah yang akan di ia ambil selanjutnya.Apakah ia akan menyerang langsung atau bermain kucing kucingan lagi terlebih dahulu.
‘Teresa,apa benar sekarang kau yang berada dihadapanku?’William masih terjebak halusinansinya.
Pada kesempatan ini,Anna malah berpikir cepat untuk tidak lagi menyianyiakan waktu untuk perasaannya.
Anna mendekatkan wajahnya lalu menggapai bibir William terlebih dahulu,awalnya Anna hanya menempelkan bibir itu.Siapa sangka,umpan Anna diraih William.William memegang wajah Anna dan menyedot kencang bibir wanita yang ia masih bayangkan sebagai Teresa sekarang ini.
Anna membuka matanya kaget,darahnya berdesir dengan kencang dan deras,nafsunya perlahan naik karena William meladeni dan bahkan memainkan bibirnya.’Daddy?Apa ini nyata?Apa akhirnya Daddy mengetahui perasaanku?Atau mungkin apa selama ini Daddy merasakan perasaan yang sama denganku tapi ia hanya menutupinya?Sekarang ia meladeniku seolah penuh kerinduan dan menginginkan semua ini.’Anna malah kegirangan dengan salah kapranya.
Anna mendekatanya diri pada William lalu merubah posisi dengan duduk di atas William yang masih duduk bersandar di ranjang.
Anna memberi akses William agar lebih nyaman,telihat paha indah Anna yang tersingkap banyak sedang duduk di atas paha kekar William.
William kembali ke akal sehatnya beberapa saat kemudian,ia membuka matanya yang sejak tadi tertutup.William kaget bukan main jika saat ini yang ia ajak bermain bibir adalah Anna,Anna puteri angkat kesayangannya yang sedang duduk di atasnya sambil memegang wajahnya yang bermain bibir dengannya.
‘Anna?Dia Anna dan bukan Teresa?’William kaget lalu melepas ciuman itu.Anna kaget karena ekspresi William sudah berubah seperti melihat hantu sekarang.
“Anna,apa yang kau lakukan?!”
“Daddy?Tadi kau menciumku dan aku hanya meneruskannya.Bukankah ini karena kau juga menyukaiku?Sama seperti aku yang menyukaimu.”
Omongan Anna membuat William menjadi makin bingung.”Apa maksudmu?Tadi aku tidak sengaja menciummu karena tadi aku melihat yang ada di hadapanku adalah Teresa dan bukannya dirimu.Tapi aku sangat kaget saat sadar ternyata itu adalah kau Anna.”
Anna sanksi lalu bersedih dan kecewa.”Jadi ini karena Daddy menganggapku Mommy?Daddy kecewa saat itu aku?”
“Anna,tunggu dulu.Sebenarnya ada apa denganmu?”William masih bingung dengan semua ini.
Anna menahan air mata dan kecewanya tapi ia tidak mau menghindar lagi sekarang.”Apa Daddy masih tidak mengerti?Aku menyukai Daddy sebagai seorang pria dan bukannya seorang ayah!Aku mencintai Daddy!Aku menginginkan Daddy sejak dulu!Aku ingin menggantikan posisi mommy!Aku cemburu dan benci pada tante Rexa yang Daddy ajak tidur!”
William kaget bukan main dengan kata kata yang terlontar dari mulut Anna.”Apa yang kau bicarakan Anna?Kau ini anakku.”
“Aku bukan anak Daddy!Aku hanya anak yang Daddy pungut di jalanan!Daddy hanya membesarkanku tapi aku bukan darah daging Daddy!”Anna menangis seperti anak kecil yang di rebut permennya sekarang.
William seperti disambar petir saat mendengar kata kata Anna yang luar biasa,pantas saja ia pernah merasa janggal selama ini dengan tatapan Anna yang berbeda padanya.
“Apa Daddy tahu,aku bahkan pernah melihat Daddy dan mommy berhubungan intim di kamar saat aku kecil,semuanya masih terekam jelas di otakku.”
William miris dan tidak bisa berkata apa apa dengan hal memalukan yang Anna katakan.
“Aku menginginkan hal yang seperti Daddy lakukan pada mommy!”
“Anna!Itu tidak baik dan hanya dilakukan oleh orang dewasa,kau masih terlalu dini Anna!Dan kenapa juga kau memiliki perasaan spesial untukku yang kau panggil Daddy selama ini?Aku ini ayahmu,sejak kapan kau malah menyukaiku?Ini tidak benar Anna.”
“Sejak Daddy memasangkanku sepatu di kantor polisi dulu,aku langsung jatuh hati pada Daddy dan juga aku ini sudah dewasa,aku sudah 18 tahun,aku sudah menstruasi,aku bahkan bisa hamil kalau aku mau.Daddy,apa kau tidak bisa menerima perasaanku?Aku sangat mencintaimu.”
William bingung harus menjawab bagaimana.”Anna kita bicarakan ini besok,kembalilah kekamarmu dan tidurlah.”William memalingkan wajah,ia bahkan tidak mau menatap Anna lagi.
Anna menangis dan kecewa,ia turun dari paha William lalu berjalan keluar kamar dan kembali kekamarnya.Anna menutupi dirinya dengan selimut lalu menangis sepuasnya.
‘Hikss….Hiks….kenapa Daddy jahat sekali!Bahkan aku yang sudah lama menemaninya tidak ia pertimbangkan sedikitpun perasaanku,tapi dengan wanita lain ia bahkan menghabiskan malam bersama.’Anna menahan tangisnya yang terisak sambil mengigit bibir.
William di kamarnya merasa terpukul dan bersalah,William lalu mengusap wajah dengan tangannya.”Kenapa ini semua harus terjadi?Aku baru saja kehilangan Teresa,kenapa Anna malah seperti ini sekarang?”
William tidak tahu sikap apa yang tepat dan harus ia ambil saat ini,tapi melihat Anna yang menangis karenanya membuat William dibebani rasa bersalah.
Selang satu jam kemudian,William menyambangi kamar Anna.Ia melihat Anna yang masih menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut di tempat tidur.
Perlahan William berjalan lalu duduk di samping Anna.”Anna,apa kau masih marah?”
Anna dengan mata sembab memilih diam dan tidak menjawab.’Untuk apa Daddy kemari kalau hanya membuatku semakin sedih!Ini tidak membantu sama sekali,bahkan mendengar suaranya saja membuatku ingin menangis lagi.’Batin Anna marah bercampur sedih.
“SREK.”William lalu masuk kedalam selimut dan bergabung berbaring bersama Anna.William dan Anna saling berhadapan dalam selimut itu.
William tersenyum melihat mata sembab dan hidung merah Anna.”Kenapa hidungmu jadi seperti tomat cherry?”Olok William.
“Bukan urusan Daddy!Kenapa juga ikut masuk kedalam sini!Daddy hanya membuatku semakin sedih dan ingin menangis.”Bercucur lagi air mata Anna.
“Aku hanya ingin minta maaf Anna,aku tidak cukup baik sebagai seorang pria untuk kau cintai,tapi aku masih ingin menjadi ayah kesayanganmu agar bisa terus mencintaimu.”William berkata lembut berharap Anna menerimanya.
“Tapi aku ingin dicintai sebagai seorang wanita,apa aku jelek?Orang orang bilang aku cantik seperti boneka,teman teman pria di sekolah bahkan banyak yang menyatakan perasaan padaku tapi aku menolaknya karena aku hanya menyukai Daddy.”
“Anna.”William bingung lagi bagaimana menjawab.
Anna lalu menaruh satu tangannya di pipi William.”Daddy,aku sangat mencintaimu,aku bahkan sanggup jika harus mengorbankan diri untukmu jika memang itu harus.”
Suara Anna terdengar dalam dan semakin parau,William tahu jika apa yang Anna katakan pastilah penuh ketulusan.”Anna jangan membuatku semakin sedih,aku tidak ingin hubungan kita hancur dan banyak yang masih harus kita hadapi.
Tali baju Anna sudah melorot dari bahu ke lengannya,bahkan p******a Anna juga menggumpal mengapit karena ia berbaring miring.Tampilan Anna sungguh membuat William tidak bisa konsen dan semakin kacau.
“Slap.”Anna mencium bibir William terlebih dahulu.Anna mengambil langkah lebih dulu untuk kembali berusaha.Anna menyedot bibir William dalam dan mendekatkan tubuhnya pada William.Amat sesak dibalik selimut ini karena pengap dan ruang yang sempit.
William awalnya diam,ia sedih dan membiarkan Anna semaunya saja agar Anna menyerah,tapi tubuh Anna yang mendekap padanya membuatnya goyah dan kalah.Payudara Anna yang kenyal menghimpit dadanya.
Juga permainan Anna yang lihai membuat akal sehat William harus hilang dan lepas kendali.Bibir Anna begitu basah dengan nafas yang memburu,hal itu malah membangkitkan gairah William yang semakin naik.
William mulai membalas serangan bibir Anna,Anna tersenyum dalam hati.’Bukankah tidak ada yang sia sia didunia ini?’Anna senang karena William mau meladeninya.
William menjalar seisi mulut Anna dengan bringas dan sudah tidak bisa lagi mengontrol nafsunya.William lalu menyingkirkan selimut yang menutupinya dan Anna agar bisa lebih leluasa.William beralih posisi dan sekarang berada di atas Anna.
William menjalar lagi leher Anna dengan lidahnya sehingga membuat lehe mulus dan jenjang Anna terbasahi oleh salivanya yang keluar saat menjilati leher Anna.
Anna membusungkan dadanya sengaja untuk memancing William.William menarik paksa baju Anna ke atas dan menyembullah bukit kembar Anna yang sudah mengacung keras ujungnya.
William terpana pada Millik Anna yang indah dan kenyal itu,ia meremas dengan kedua tangannya perlahan lalu “Grab.”
Mulut William sudah mengatup di salah satu putting p******a Anna.
“Argh.”Anna mendesah nikmat bercampur kaget apalagi saat merasa pucuk gunung kembar Anna di kulum dan dimainkan William didalam mulutnya.
‘Terus Daddy,inilah yang aku inginkan.’Erang Anna dalam hati sambil menikmati.
Tangan William yang satunya meremas d**a Anna yang masih bebas,merasa amat sangat di butakan nafsu,William memegang kedua d**a Anna dan menggilir memasukkan kedua putingnya secara bergantian hingga ujung kecoklatan dua gunung Anna itu semakin basah dan mengeras.