“Jangan... tolong....” Aku berteriak sambil berusaha memberontak. Namun, tenaga sangatlah kuat. Aku sama sekali tidak sebanding dengan dirinya. Meski begitu, aku masih tetap berusaha. Sampai salah satu tanganku ini, akhirnya bisa lepas. Aku pun tidak membuang kesempatan itu, dengan mendorong tubuh kekarnya itu. Lagi-lagi, usahaku sia-sia. Dia masih tetap berada di atasku. Entah, sudah berapa banyak tanda dia ciptakan di leherku. Bahkan, kini laki-laki ini sudah pindah lebih ke bawah lagi. Dia sungguh sangat kasar melakukannya sesuatu di area pribadiku ini. Dan dia sepertinya sama sekali tidak mau berhenti melakukannya. “Tolong Andrew... hentikan. Hentikan ini, Andrew. Aku mohon.” Aku pun memohon dengan tidak menggunakan teriakan seperti yang sebelumnya aku lakukan. Bahkan, air mataku i

