BAB 39

1763 Kata

Aku terduduk lemas di dalam ruangan yang menjadi saksi kejadian semalam. Baik itu saat kejadian aku bersama Ajeng. Maupun, kejadian hilangnya dirinya. Aku lihat seluruh ruangan yang terlihat sangat sunyi dan sedih ini. Meski, aku tidak merasakan tangis mereka. Namun, aku merasakan setiap benda di sini seolah menangis melihat penggunakan mereka tidak lagi di tempat ini. Mata ini terus mengamati sekeliling ruangan ini. Walau, hatiku sangat sedih dan kacau. Namun, aku tetap berusaha untuk sadar dan berpikiran bersih. Jika tidak begitu, aku tidak bisa segera menemukan perempuan yang membuatku seperti ini. Sampai, aku pun menemukan sebuah keanehan. Aku mulai menyadari, bahwa ada sedikit yang aneh di ruangan ini. Aku tidak sempat sadar dengan ini semua. Ditambah lagi, dalam foto yang Farale

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN