Suara musik yang mengiringi langkah kami, terus berputar dengan sangat lembut. Aku tidak menyangka, ini akan terjadi juga. Aku sempat berpikir, bahwa Andrew akan mempermalukan diriku. Kalau pun dia tidak akan mengatakan apa pun. Setidaknya, dia tidak meninggalkan diriku di tengah lantai dansa ini. Sewaktu, dia sempat berhenti bergerak dan terus menatap diriku dengan dingin. Aku sempat membayangkan, saat dia meninggalkan aku begitu saja. Namun ternyata, laki-laki ini malah menarik pinggangku sehingga aku pun masuk ke dalam pelukannya. Kakiku terus bergerak mengikuti langkah kakinya. Tanganku juga terus mengalung di lehernya. Tubuh kami begitu dekat, sehingga aku dapat merasakan kehangatan dari tubuhnya. Bukan hanya itu, tangannya yang ada di pinggangku ini, juga membuat perasaanku sangat

