30. Sweetest Morning

1768 Kata

  Tangan Dania di tarik dengan kencang oleh Dafi begitu mereka sampai di unit apartemen milik Dania. Dafi bahkan dengan tidak sabaran menekan kode kamar itu, lalu menaiknya lagi kemudian menghempaskannya hingga terduduk di atas sofa.   “Dania! Apa yang baru aja lo lakuin?!” tanya Dafi seraya mencengkram rambutnya dengan kasar. “Apa lagi yang kurang dari Bastian Dan? Dia baik, dia keliatan tulus banget sama lo. Dia juga bukan orang yang suka aneh-aneh! Apa lagi yang salah?”   “Haikal sama Edgar juga sama. Awalnya mereka gak keliatan aneh, tapi akhirnya apa? Mereka ninggalin juga kan?!” seru Dania.   Trauma, ya ... itulah yang Dania rasakan saat ini. Dua kali dia jatuh cinta dan dua kali pula Dania di kecewakan. Pertama saat dia kelas satu SMA, saat itu Dania tertarik pada teman baru

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN