“Papamu, Baskara. Dia adalah mantan kekasih Afifah, Ibu dari tunanganmu Alvin.” Alvin tertegun, ia diam beberapa saat tidak memberikan komentar apapun sebelum menatap ke arah perempuan di hadapannya ini. “Sepertinya kamu baru tahu ini Alvin. Apa kamu sangat terkejut?” Alvin menatap Farida kemudian menarik kedua ujung bibirnya. “Tidak sama sekali. Karen aku sudah menduganya sejak awal. Terimakasih Tante Farida sudah repot-repot ingin menemuiku untuk mengatakan hal ini. Sekarang bolehkah Alvin kembali ke kampus? Alvin masih memiliki banyak pekerjaan dan sedang sangat sibuk.” “Kamu hanya berpura-pura tidak terkejut kan? Padahal tadi kamu terlihat sangat terkejut.” Ujar Farida lagi seraya tersenyum penuh kemenangan. “Aku terkejut mengapa orang lain mengetahui tentang ini,

