Jihan memandang Alvin yang tiba-tiba mengeluarkan topi juga masker dari dalam dashboard, lalu mengenakan dua benda itu setelah memberikan topi dan masker lain padanya. Keningnya mengerut, menatap sangsi ke arah kekasihnya itu. “Berasa artis ya keluar harus pake topi sama masker.” Komentar Jihan. “Makin keliatan mencolok banget Kak, lagian kita cuma bentar doang ke BEM-nya.” Setelah beberapa hari tidak bisa keluar dari apartemen, hari ini untuk pertama kalinya mereka kembali ke kampus. Mereka berdua sudah menunda terlalu banyak agenda BEM, bahkan mereka terus menerus mewakilkan tugas mereka pada yang lain. Terlebih acara besar sudah di depan mata, salah satunya puncak acara penerimaan mahasiswa baru. “Seenggaknya muka kita jadi gak keliatan kalo ada yang diem-diem ambil gambar

