Orang-orang yang ada di situ langsung terkejut mendengar pertanyaan dari gadis berambut pirang tersebut. "Hah? Bukannya dia selalu ada denganmu, ya?" lontar Cordelia tiba-tiba. Gadis itu masih terengah-engah, berusaha sebisa mungkin untuk mengatur napas terlebih dahulu. Ia menggelengkan kepalanya, menyangkal ucapan yang Cordelia katakan barusan. "Tidak untuk kali ini …." Ucapannya terdengar begitu tercekat. Stella mengatur napasnya terlebih dahulu. Hingga akhirnya ia cukup tenang untuk menjelaskan sesuatu. "Ketika malam tadi, dia membangunkanku. Mengakatan kalau dinding yang mengelilingi kamar kami tiba-tiba terbelah. Namun, aku tidak mengindahkan rengekannya. Aku hanya mengatakan, 'Itu hanya mimpi, tidurlah.' Begitu." "Tempat mana yang biasa dikunjunginya saat pagi?" Rhea ikut melem
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


