[ 27 ] - Hilang

1473 Kata

Seperti biasa, mereka berdua menjadi manusia awal yang menginjakkan kaki di area ruang makan. Entah apa yang dilakukan oleh para remaja yang ada di situ, sehingga membuat mereka menyia-nyiakan waktu pagi yang indah tersebut. Melihat suasana meja makan yang masih begitu sepi, Rhea berjalan mengitari ruang makan tersebut. Di belakang dinding ruangan itu, ada sebuah pintu yang menuju langsung ke arah dapur. Dengan hati-hati, gadis bersurai hitam itu membuka kusen pintu, membuat area dapur yang cukup luas dapat terlihat dari tempatnya berdiri. Irene hanya menunggu di seberang meja makan, menunggu temannya itu memberikan kode aman berupa ibu jari yang diacungkan untuknya. Rhea masih berdiri membelakanginya, sibuk menelisik keadaan dapur yang dipenuhi dengan tungku besar, serta pembakaran yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN