Venia berdiri terpaku, bola matanya melirik ke kanan dan kiri mengikuti gerak para pelayan perempuan ataupun laki-laki yang sedang mondar-mandir di kamar. Satu jam yang lalu Venia menolak untuk pindah ke kamar yang sudah disediakan oleh Darius. Memilih untuk tetap tidur dengan teman sesama pelayan. Untung saja Darius yang sudah mempersiapkan kamar khusus untuknya mau menerima penolakan Venia. Akan tetapi sepuluh menit kemudian, anak buah pria itu datang secara bersamaan dan para pelayan menunggu di depan kamar. Sontak sebelah alis gadis itu terangkat, bingung atas apa yang akan mereka lakukan sebenarnya? Para pelayan masuk secara bergantian, setiap tiga orang sekali masuk. Kemudian keluar lagi begitu tertib mengikuti arah penjaga itu. Mereka satu persatu membuka loker tempat pakaian.

