Bab 35

1406 Kata

Kalau ditanya saat itu Renjuna menepati ucapannya untuk memijat Maira, hal itu memang benar adanya. Pulang dari arena tepatnya saat ashar tiba, Maira diminta untuk berbaring dengan Renjuna yang memijat kakinya. Maira menahan geli ketika kulitnya bersentuhan dengan kulit Renjuna. Sempat ingin tertawa namun ternyata pijatan Renjuna enak juga. "Aku ngerasa durhaka karena dipijitin kamu. Padahalkan harusnya aku yang pijit, kaya Umi waktu mijit Abah yang masuk angin," ujar Maira. Renjuna terkekeh, "gak durhaka kok, justru saya senang bisa membantu kamu." Maira merasa Renjuna memang sangat aneh sekarang. Sepertinya sudah aneh semenjak dia sakit kemarin. "Mending sekarang kamu siap-siap salat ashar, tumben gak salat dulu." "Astagfirullah! Iya saya lupa, terima kasih sudah mengingatkan." Re

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN