Jasmin yang sedang terburu-buru, ingin langsung saja mena-brak mobil yang ada di depan nya. Namun, itu tidak bisa ia lakukan. Pandu masih berdiri di samping nya dalam keadaan tersenyum. Jujur saja, Jasmin sempat tidak menyangka dengan perubahan yang terjadi pada diri Pandu. Pria itu membuat nya pangling sebentar. "Cepat minggir! Aku sedang terburu-buru. Mama dalam bahaya." "Apa? Mama mertua dalam bahaya. Oke. Aku akan membantu mu." Bukan nya menuju mobil nya sendiri, Pandu malah ikutan naik ke dalam mobil yang di kendarai oleh Jasmin. Namun ia bingung mau duduk dimana. "Panduuuuu! Singkirkan mobil mu dari hadapan ku!" "Eh, iya Jasmin. Tunggu sebentar. Aku telpon pak supir dulu. Aku mau ikut kamu menyelamatkan Mama mertua." "Siapa yang kau panggil mama mertua! Cepat Pandu! Aku tidak

