Bab 47

1020 Kata

Hingga malam hari, Jasmin masih saja diam dan tidak mau bicara dengan Pandu. Entah mengapa, ia begitu kesal dengan suami nya saat itu. Jasmin memang pernah membenci Pandu karena saat pertama kali mereka bertemu, Pandu sedang di kelilingi oleh banyak wanita seksi. Wajar jika saat ini Jasmin begitu kesal dan marah saat ada wanita lain yang mencoba memeluk suami nya. Jasmin sudah berusaha untuk meredam amarah nya. Namun, bayang-bayang saat wanita cantik tadi memeluk sang suami selalu saja hadir di dalam ingatan nya. "Jasmin, kamu masih marah?" "Enggak!" "Terus, kok wajah mu cemberut sejak tadi. Aku minta maaf. Aku tahu aku salah. Tapi, aku sama sekali tidak pernah berhutang dengan wanita itu." "Wanita?" "Ya. Dia kan sudah pernah menikah. Hanya saja, ia di ceraikan suami nya lalu pergi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN