Part 16

1472 Kata

Part 16 POV RESTU Aku menatap ransel yang berisi berkas yang harus diserahkan ke kabupaten besok. Di sana, sebagian kertas sudah terkena minyak dari masakan teri yang ada di plastik. Lagi pula, kenapa juga Bu Marini tidak meletakkannya pada toples? Sehingga minyak ataupun teri itu tidak akan tumpah. Ah, Bu Marini hanya wanita tidak berpengalaman. Memberikan makanan kesukaanku saja sudah termasuk hal yang baik. Mulia sekali hati wanita itu. Di saat aku sudah menyakiti anak gadis kesayangannya, masih saja perhatian. Semua ini karena Isna. Ia kenapa gegabah meletakkan masakan teri ke dalam tas? Jika tidak suka, seharusnya cukup bilang saja padaku. Namun, hendak marah? Aku takut dia akan bercerita pada bapak dan ibunya. Terpaksa, kupendam sendiri saja rasa kesalku. Dan terpaksa lagi, harus

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN