Part 27

1385 Kata

Part 27 “Aku ditakdirkan menikah dengan pria yang tidak mencintai dan tidak menginginkanku. Jadi, aku tidak perlu menuruti apa yang menjadi perintahmu. Tidak usah berbicara beberapa tahun ke depan. Karena saat ini, aku dan kamu belum menjadi kita.” Tidak ada lagi senyum di bibir Isna. Sorot matanya terlihat sedih. “Lalu, kamu ingin kita bagaimana? Bagaimana agar aku dan kamu menjadi kita.” “Restu, kamu bodoh atau pura-pura bodoh? Diantara kita masih ada Marwah. Dan jangan harap, aku akan menuruti keinginan kamu. Kamu ingin meninggalkan aku? Silakan! Aku tidak masalah. Justru aku akan bahagia jika kamu melakukan itu. Karena itu artinya, aku tidak perlu membuat sebuah alasan mengapa kita berpisah. Bila kamu berbicara kewajibanku sebagai istri, maka kamu belum melakukan kewajiban kamu seba

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN