Part 14

1578 Kata

Part 14 POV Isna Luka ini hanya aku yang paling tahu. Menjadi terhina di malam yang harusnya aku di-ratukan oleh lelaki bergelar suami, adalah mimpi paling buruk sepanjang hidup. Berkali-kali menahan isak tangis di malam hari, seolah menjadi rutinitas sejak menikah dengan Mas Restu. Ah, bahkan, menyebut namanya dengan panggilan kehormatan, mas, hati sangat tidak ikhlas. Marwah, sebuah nama yang akhirnya aku benci. Iya, hanya mendengar namanya saja hati sudah membencinya apalagi jika bertemu. Namun, aku memilih bertahan menjadi istri formalitasnya karena sebuah kehormatan dan harga diri. Tidak mudah berada dalam posisiku seperti sekarang. Dan akan sangat memalukan jika seorang Isna bercerai hanya karena suami tidak ada hasrat saat bersama. Tekadku sudah bulat, hanya akan berlangsung beb

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN