"Cepetan, Pak! Aduh, perut Ratna sakit banget ini! Huh huh huh!" ucap Ratna seraya terus memegangi perutnya. "Iya! Iya, nak! Sabar ya, itu sebentar lagi sampai rumah. Sabar ya nduk!" timpal Wardi yang kalap menyetir mobilnya. Ratna sesekali melirik ke arah sang Ayah. Ada rasa khawatir sebenarnya yang ia rasakan. Membohongi sang Ayah hingga seperti ini. "Maafkan Ratna, Pak. Ratna terpaksa melakukan ini semua. Ratna nggak mau nanti situasinya malah makin runyam." batinnya. Mobil tepat berhenti di depan halaman rumah. Ratna segera turun dan berlari masuk ke dalam rumah. "Duh alah! Ratna! Ratna! Bisa-bisanya to, nduk, lagi enak-enak jalan-jalan malah perutmu mules." ujar Wardi yang masih di dalam mobil. Iapun akhirnya turun dari mobil, masuk ke dalam rumah menyusul Ratna. Wardi ber

