31

1610 Kata

Dahulu kala seorang pangeran bermimpi membangun negeri yang memerdekakan semua manusia. Tanpa terkecuali. Tidak ada pertentangan, hanya kesetaraan, semua boleh bermimpi menjadi apa pun, roti berlimpah ruah hingga tiada satu orang pun menderita kelaparan, dan seluruh sumber air bersih tersedia secara percuma. Akan tetapi, demi mewujudkan negeri damai sentosa, pangeran itu harus mengorbankan segalanya. Caden mengerti bahwa selalu ada harga yang harus dibayar olehnya. Harga untuk mewujudkan impian tersebut adalah dirinya sendiri. Kedua tangan miliknya telah bersimbah darah. Dia pun tahu bahwa seseorang yang telah berani menarik pelatuk, maka harus bersiap tertembak. Hanya saja dia tidak menduga peluru yang akan dilontarkan kepadanya demikian mengerikan hingga satu kali pun tidak terlintas

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN