Aku benar-benar tidak mengerti cara berpikir Hilda dan Tinuven. Segila apa hingga seseorang rela mati dan menelantarkan bayinya? Seberapa dangkal pikiran Tinuven hingga sanggup menerima buah perselingkuhan? Aku sungguh tidak mampu mengikuti pola pikir mereka berdua. Otakku melepuh! Terbakar karena dipaksa berpikir berlebihan. Cinta? Obsesi? Segala sesuatu yang berlebihan memang tidak baik! Bisa saja Tinuven merelakan satu wanita, Hilda, kepada saudaranya. Lagi pula, Tinuven, sepengetahuanku, memiliki lebih dari lima selir! Aku curiga dia memiliki wanita lain di luar pernikahan. Albastar memperbolehkan poligami. Tidak mengherankan bila seorang duke, marquis, bahkan baron sekalipun memiliki lebih dari satu istri. Sebagai manusia yang menganut paham monogami, aku tidak rela membagi suami

