Kai sedang duduk di sebuah kursi tepat di depan meja penuh hidangan makan malam. Tatapan tampak dingin melihat semua masakan yang khusus dibuat untuknya itu. Ketimbang fokus pada makanan itu, dia lebih serius berusaha melepaskan borgol yang menyatukan tangan kirinya dengan pegangan kursi. "Kita makan malam berdua saja ya," ucap seseorang yang duduk di kursi depannya. Sheila. Dia sedang mengenakan gaun hitam panjang bak sedang berkencan. Kai tertawa pelan. Ia memandangi ruang makan rumah yang menyekapnya ini sambil meledek, "Terus saja balas dendam.. lebih menyenangkan dikurung ketimbang harus duduk disini denganmu." "Aku kasihan padamu, lagian kakakku tidak kunjung pulang, Amel juga tidak kemari juga, aku bosan mengawasimu terus, Sayang," kata Sheila mulai mengambil olahan daging untuk

