“AAKKKHH.” Teriakan Vele diakhiri dengan suara tangis seorang bayi. Nampak Easter yang lega di sana. Tabib buru-buru meletakkan bayi itu dan segera memandikannya agar bersih dari darahh. Easter mengecup pipi Vele dengan lembut. “Kamu berhasil, Vele. Dia sudah lahir,” kata Easter. Vele mengatur napasnya. Tetapi, hal tersebut tak berlangsung lama ketika wanita itu lagi dan lagi berteriak kesakitan. “AKKHH.” Sang tabib pun terkejut. Dia meletakkan bayi tadi di tempat yang sudah disediakan. Easter pun mengernyit dan menatap sang tabib dengan penuh. “Sepertinya Ratu akan melahirkan lagi, Raja. Bayinya kembar.” Benar dugaanya Vele dan Vale selama ini. Mendengar bayinya kembar membuat Easter dipenuh rasa bahagia, tetapi perjuangan Vele harus lebih sakit karena melahirkan dua bayi. Sekali lagi

