Narumi masuk ke butik dengan perasaan bingung bukan main. Bacaan tanda "close" di depan yang terpajang, membuatnya yang baru tiba dengan mobil milik Naya yang beralih menjadi miliknya pasca perceraian, langsung masuk sembari berteriak memanggil Naya. Namun langkahnya terhenti, mulutnya terkunci dan tatapannya tajam terarah ke Naya yang kini berdiri di belakang mejanya, ditemani semua karyawan yang berdiri seolah menantinya. "Ada apa ini?" tanya Narumi bingung. "Kenapa kalian semuanya di sini, bukannya bekerja. Terus itu kenapa bacaan Close di depan gak dibalikkan, mau buat pelanggan kabur, iya?!" Semua karyawan tertunduk takut, namun tidak dengan Naya yang masih berdiri dengan ekspresi tenang. Narumi melangkah mendekatinya dan menatapnya tajam. "Kenapa kakak malah diam aja, bukannya ny

