Rendra melempar kunci mobil ke atas meja. Narumi yang sedang asyik menyiapkan makan malam di dapur, langsung bergegas menghampiri sumber suara yang ternyata di ruang makan. Narumi menatapnya heran, lantas mendekatinya walau dengannya sedikit perasaan takut. Takut jika Rendra membentaknya atau malah sampai berlaku kasar padanya. "Ada apa? Ditolak lagi?" tanya Narumi memberanikan diri walau sebenarnya dia engga bertanya, setiap kali Rendra sedang dilanda emosi. "Sialan wanita itu, malah gak mau ngaku kalau dia yang udah nyebar masalah di kantorku, sok-sokan suci!" "Naya?" tanya Narumi. "Siapa lagi!" Rendra menarik kursi dan duduk di atasnya. "kok bisalah aku nikah sama dia dulu, perempuan tukang bohong, licik! Busuk banget hatinya!" Narumi menghela napas kesal. Dia benar-benar naik dara

