35. Guests

1500 Kata

Begitu melihat jika Arthur yang berdiri di sana sambil memegang senter, Lucia secara naluriah menghela napas lega. “Tuhan, kau mengagetkanku.” “Maaf. Tapi apa yang kau lakukan di sini di jam ini, Cia?” Bicara mengenai itu, Lucia kembali melihat ke luar pagar rumahnya. “Di sana—” Menyadari tidak ada apa-apa di luar sana, Lucia berhenti berbicara seketika. Apakah dia salah lihat? Arthur menggunakan senternya mengarah ke luar dengan bingung. Dia pun menatap Lucia. “Di sana kenapa?” Lucia baru ingat dia baru saja minum obat tadi. Pasti dia berhalusinasi. Akan tetapi, kenapa bulu kuduknya bergidik lagi seolah-olah ada yang sedang mengawasinya. Dia secara naluriah melirik ke segala arah di luar dan tetap tidak melihat tanda-tanda apa pun. “Cia?” panggil Arthur lagi. Dia melihat jam tang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN