15. Video call

1162 Kata

“Aku masih tidak habis pikir, kenapa kamu setuju dengan pernikahan ini. Bukannya aku tidak suka denganmu, jujur aku malah kasihan denganmu, Cia. Kak Ian pria yang sangat kasar. Dia bukan pria idaman untuk menjadi seorang suami. Atau kamu sengaja? Jadi, ketika dia melakukan kekerasan kamu akan menuntutnya, begitu? Wah, kamu punya ide yang luar biasa.” Maya mencondongkan tubuhnya dengan wajah serius. “Aku akan mendukungmu, sungguh.” Setelah membahas banyak hal bersama tim wedding planner di coffee shop, mereka masih di sana untuk duduk mengobrol santai. Kebetulan Vincent juga menemani Maya jadi bisa membawa Cassie. Dan mereka saling berkenalan lewat Maya. “Bukan begitu.” Lucia menggeleng geli. Vincent tertawa. “Dia memang pria yang kasar. Aku pernah dipikul dia dan rasanya memang menges

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN