“Lily!” teriak ibu Lily dari balik kamarnya yang langsung membuat Lily berjengit. Terlebih dengan gedoran di pintu kamarnya yang membuat jantung Lily serasa ingin copot. Apa ibunya itu lupa kalau putrinya ini memiliki penyakit jantung?—batin Lily tidak habis pikir. “Apa yang sedang kau lakukan di dalam? Cepatlah, kita hampir terlambat,” ucapnya dengan suara nyaring. “Hampir selesai,” kata Lily santai. Matanya kembali menatap ke arah cermin dan tangannya dengan sigap merapikan ujung rambutnya yang menurutnya masih terlihat agak berantakan. “Mama tunggu di mobil.” “Baiklah,” jawab Lily dengan masih memandangi penampilannya di depan cermin. Hari ini—tepatnya malam ini, adalah malam pertemuan antar keluarga. Hari ini Aaron beserta keluarganya sudah sampai di London, dan malam ini mereka

