“Aku mau ke toilet sebentar,” pamit Lily yang seolah enggan meladeni sandiwara Aaron yang dianggapnya sudah berlebihan. Kini hanya tinggal Aaron dan Pierce saja, dan Aaron tau sekarang ini Pierce tengah menunggu penjelasannya. “Jadi?” ujar Pierce meminta penjelasan. Sepertinya dia sudah ketinggalan banyak berita. Dia bahkan tidak tau jika Aaron memilik kekasih, dan tiba-tiba sahabatnya itu mengenalkan gadis bergaun merah tadi sebagai tunangannya. Ini benar-benar sebuah kejutan. “Gadis itu tunanganku,” ucap Aaron sembari mengambil segelas sampanye dari nampan pelayan yang baru saja melewatinya. “Aku tau, kau juga baru saja mengatakannya,” balas Pierce sembari memutar bola matanya malas. “Maksudku…, bagaimana mungkin?—kenapa tiba-tiba? Ini sedikit aneh,” ujar Pierce yang masih kesulitan

