CHAPTER 22

1794 Kata

Lily masuk ke dalam kamarnya dengan paperbag di tangannya. Ia duduk di tepian kasur dan mulai membuka isi dari paperbag di tangannya. Dan benar seperti dugaan Lily, ponsel yang dibelikan Aaron merupakan ponsel keluaran terbaru yang harganya selangit. “Ini pasti sangat mahal,” gumam Lily pelan. Lily jadi merasa tidak enak, belum lagi dia yang tadi membuat Aaron marah. Lily jadi gelisah sendiri. Dia harus segera meminta maaf kepada pria itu. Lily akan terus merasa bersalah jika tidak segera meminta maaf. Tapi mendekati pria itu disaat amarahnya sedang di puncak apakah merupakan keputusan yang tepat? Lily tidak boleh gegabah. Dia harus mencari strategi yang bagus agar Aaron tidak semakin marah. Lily jadi terpikirkan satu ide. Bagaimana jika ia membuatkan kue untuk pria itu? Apakah Aaron ak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN