Lily pulang dengan hati yang jauh lebih ringan. Tebakannya memang benar, Paris memanglah kota yang cantik. Keputusannya tidak salah ketika menjadikan Paris sebagai destinasi liburannya, hanya saja memang nasib Lily saja yang buruk. Bukannya berlibur, dia justru harus sibuk bekerja disini. Tapi tidak apa-apa, Andy sudah mengajaknya berkeliling tadi. Meski hanya sebentar tapi bagi Lily itu sudah sangat menyenangkan. Sepertinya Lily harus sering-sering meminta Andy untuk mengajaknya berjalan-jalan, agar Lily tidak terus terjebak di antara rumah dan cafe. Lily sudah jauh-jauh pergi ke Paris, tentu dia harus menikmati setiap sudut kota ini. “Anda sudah pulang, Nona?” tanya Bibi Martha begitu Lily memasuki rumah. “Ah, iya. Maaf aku agak terlambat,” ucap Lily tidak enak. “Tadi Tuan Aaron men

