Lily terlihat bergerak-gerak gelisah di tempatnya. Jari-jarinya juga terlihat saling memilin satu sama lain. “Apa yang kau lakukan di dapur tadi? Bukankah aku menyuruhmu untuk belajar? Lalu kenapa kau justru bermain-main selama aku tidak ada?” tanya pria itu yang langsung membuat Lily gelagapan. Beberapa hari ini Aaron memang sering mengingatkannya untuk lebih sering belajar lagi karena meski pekerjaan yang akan diberikan kepada Lily nanti hanyalah sebagai seorang pelayan cafe, namun baginya itu tetaplah penting. Dan Aaron tidak suka dengan orang yang tidak serius dengan pekerjaannya. “Jika kau memang hanya ingin bermain-main, lebih baik batalkan saja niatmu untuk bekerja di cafeku. Aku tidak mau cafeku bangkrut hanya karena memperkerjakan orang sepertimu.” “Bu-bukan begitu. Aku seriu

