Baik Clara maupun Andre sedang menetralkan nafas mereka yang masih terengah-engah begitu juga dengan detak jantung mereka akibat kegiatan berlari yang baru saja mereka lakukan. "Capek?" tanya Andre disela nafasnya. "Banget." Clara memegang dadanya sudah lama ia tidak berlari seperti ini. Andre terkekeh lalu meraih lengan Clara. "Yuk masuk!" "Eh..?" Clara terkejut ketika Andre meraih lengannya lagi tanpa ijinnya. Sebuah restauran dengan bangunan era '30 atau '40-an tidak jauh dari kafe tempat Clara bekerja menjadi pilihan Andre. Ia pernah membaca info restauran ini di salah satu situs internet. Mulai dari makanan Italia sampai Korea juga tersedia di restauran sepanjang jalan ini. Andre memilih restauran Korea yang terkenal dengan Dakgalbi-nya, walaupun harga yang ditawarkan dengan ha

